BIO KELAS 7 setelah pekan tengah semester adalah

KEPADATAN POPULASI

Tugas Kelompok : Mading Bio dengan tema Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

(Keterangan tentang tugas ini dijabarkan tersendiri)

UPAYA PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI (Pelestarian SDAH)

UH ke 2 : MATERI  : Kepadatan Populasi dan Pelestarian SDAH

PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

UKK (ULANGAN KENAIKAN KELAS ) Mei Akhir 2013

Terima raport-Kenaikan Kelas – Libur pergantian  tahun  pelajaran

..

NAMA    :………………………………………………………
KELAS/NO ABSEN  : VII-       /
TANGGAL   :
PARAF GURU  :

 

Bio kelas 7

KEPADATAN POPULASI

76917_arus_balik_h_3_di_stasiun_senen

 

Setiap tahun, penduduk di negara kita terus bertambah, sementara lahan yang ditempati tidak bertambah luas. Dapatkah kalian perkirakan apa yang akan terjadi dengan kehidupan manusia di masa yang akan datang?

Penduduk adalah manusia dalam arti perorangan atau kelompok yang bertempat tingggal di suatu daerah tertentu. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk yang hidup di dalam satuan luas wilayah tertentu. Untuk mengukur kepadatan penduduk digunakan satuan orang per kilometer persegi.

Ada empat factor yang mempengaruhi kepadatan penduduk yaitu kelahiran, kematian, imigrasi dan emigrasi. Kelahiran dan imigrasi akan meningkatkan jumlah penduduk sedangkan kematian dan emigrasi akan mengurangi jumlah penduduk.

  1. Kelahiran atau natalitas menyebabkan kepadatan populasi akan berrtambah. Angka kelahiran diperoleh  dengan menghitung jumlah kelahiran hidup tiap 1.000 penduduk per tahun.
  2. Kematian atau mortalitas menyebabkan kepadatan  populasi akan berkurang. Angka kematian diperoleh  dengan menghitung  jumlah kematian tiap  1.000 penduduk per tahun.
  3. Imigrasi adalh adanya penduduk yang datang akan menambah kepadatan populasi.
  4. Emigrasi adalah  adanya penduduk yang pindah atau pergi akan mengurangi kepadatan populasi

Cara untuk menghitung kepadatan penduduk adalah :

Kepadatan penduduk                         =          jumlah penduduk dibagi luas wilayah

Kepadatan penduduk di berbagai wilayah tidak sama. Pada umumnya, jumlah penduduk di suatu negara cenderung bertambah dari tahun ke tahun. Penambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun akan menimbulkan berbagai masalah. Penambahan penduduk yang cepat menyebabkan tingkat kepadatan penduduk menjadi tinggi. Masalah-masalah akibat peningkatan kepadatan penduduk:

1.     Kekurangan makanan

 

Manusia memerlukan makan. Peningkatan jumlah manusia juga meningkatkan jumlah kebutuhan makanan. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan produksi pangan, maka akan trejadi kekurangan makanan. Biasanya, laju pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada laju produksi makanan. Ketidakseimbangan antara bertambahnya penduduk dengan bertambahnya laju produksi pangan dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya penduduk dapat kekurangan gizi, sehingga orang mudah terserang penyakit, dan pertumbuhan terhambat. Usaha yang dapat dilakukan adalah mencari sumber makanan baru, peningkatan teknologi pertanian, mengitensifkan pertanian, perikanan, perkebunan dan kelautan.

Gambar orang yang kekurangan pangan

2.  Kebutuhan air bersih

Setiap makhluk hidup memerlukan air. Air yang diperlukan manusia adalah air yang bersih. Air bersih adalah air yang memenuhi syarat kualitas yang meliputi syarat fisika, kimia, dan biologi. Syarat kimia yaitu air tidak mengandung zat-zat kimia yang berbahaya, syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya dan syarat fisika yaitu air harus jernih, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa. Agar syarat tersebut terpenuhi maka jarak sumber air dengan septi tank dan tempat penampungan sampah minimal 10 meter. Kebutuhan air bersih juga dapat terpenuhi melalui perusahaan air minum yang mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah penduduk, sumur pada setiap rumah tangga dan sumur hydran di pemukiman. Selain itu, tidak boleh lebih rendah atau terlalu dekat dengan sumber pencemaran. Di daerah yang padat penduduknya, kebutuhan air bersih juga semakin banyak. Bila kebutuhan air bersih tidak terpenuhi, seringkali penduduk menggunakan air sungai yang kotor. Hal ini dapat menyebabkan terjangkitnya wabah penyakit.

Gambar sumber air bersih

3.  Kebutuhan udara bersih

Setiap makhluk hidup membutuhkan oksigen. Kebutuhan oksigen akan terpenuhi melalui udara bersih. Udara bersih adalah udara yang belum tercemar. Di daerah yang padat penduduk kebutuhan udara bersih juga meningkat. Jika kebutuhan terhadap udara bersih tidak terpenuhi dapat menurunkan tingkat kesehatan seseorang, khususnya penyakit saluran pernapasan. Pasokan udara bersih akan terpenuhi jika ada banyak tumbuhan hijau di sekitar pemukiman.

Gambar pencemaran udara

4.  Berkurangnya ketersediaan lahan

 

Peningkatan jumlah dan kepadatan penduduk tidak dapat diimbangi dengan peningkatan luas tanah. Kepadatan penduduk menyebabkan tanah pertanian semakin berkurang untuk pemukiman. Berkurangnya tanah pertanian menyebabkan hasil pertanian berkurang, sehingga banyak petani dan buruh tani kehilangan pekerjaan. Pada akhirnya lahan untuk tempat tinggal penduduk juga akan berkurang. Keadaan ini akan mendorong sebagian orang menempati lahan-lahan yang tidak semestinya digunakan sebagai pemukiman.

5. Kerusakan lingkungan

 

Setiap tahun hutan dibuka untuk dijadikan lahan pemukiman atau pertanian. Peningkatan kepadatan penduduk akan diikuti dengan peningkatan penggunaan sumber daya hayati. Adanya pembukaan hutan untuk untuk dijadikan pemukiman dan pertanian akan merusak ekosistem hutan dan menurunkan keanekaragaman hayati yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Pembabatan hutan bakau untuk kepentingan manusia mengganggu pertumbuhan ikan dan udang karena hutan bakau merupakan tempat hidup anak-anak ikan dan udang. Selain itu, hutan bakau dapat melindungi pantai dari gelombang laut.

`

Gambar berbagai kerusakan lingkungan

6.   Pencemaran lingkungan

 

Pencemaran lingkungan yang tejadi di mana-mana  merupakan akibat langsung dan tidak langsung dari berbagai aktivitas  penduduk yang semakin meningkat. Sampah rumah tangga yang menumpuk yang yang kurang dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran yang serius. Di daerah pada penduduk, sampah rumah tangga juga banyak. Karena terbatasnya tempat penampungan sampah , maka banyak orang yang membuang sampah di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Sampah yang dibuang di sungai akan menyebabkan pencemaran, sehingga kualitas air turun, banjir, menjadi pusat penyebaran penyakit dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Di kota-kota besar juga banyak kendaraan bermotor dan pabrik,  sehingga terjadi pencemaran udara.

7.

Terbatasnya ruang gerak

 

      Di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, umumnya rumah-rumah penduduk saling berdekatan. Hal ini akan mempersempit ruang gerak. Akibatnya penduduk akan mudah terjanglit penyakit menular.

Gambar lingkungan pemukiman yang padat penduduk

Pengaruh kepadatan populasi  manusia terhadap lingkungan , apabila populasi manusia meningkat maka akan timbul dampak pada lingkungan yang akan menyebabkan kualitas lingkungan akan menurun dan akhirnya akan merusak lingkungan. Oleh karena itu manusia sangat berperan dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi kerusakan lingkungan

.

UPAYA PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

gajah1

Sumber Daya Alam Hayati

Artinya: sumber daya alam berupa makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.

Beberapa jenis tumbuhan yang telah langka di Indonesia:

  1. Diospyros celebica (eboni atau kayu hitam) untuk bahan bangunan  => di Sulawesi
  2. Eusideroxylon zwageri (ulin atau kayu besi) untuk konstruksi berat  => di Bangka, Belitung, dll.
  3. Styrax benzoin (kemenyan) untuk bahan obat-obatan dan berbagai acara ritual => di Sumatra dan Bangka
  4. Stelechorcapus burahol (kepel atau burahol) => di Asia tenggara
  5. Phalaeonapsis javanica (anggrek bulan jawa) untuk tanaman hias => di Jawa Barat
  6. Rafflesia arnoldii (patma raksasa) sering disebut bunga bangkai => di Bengkulu, Lampung, dll.
  7. Musa acuminata colla var elasensis (pisang monyet) => di Sumatera
  8. Durio kutejensis (durian lae) => di Kalimantan Timur
  9. Limnocitrus littoralis (klemohan) => di Rembang Jawa Tengah

10. Aqullaria sp (gaharu) bahan wewangian yang mahal => di sumatera, Kalimantan, dll.

Beberapa jenis hewan yang telah langka di Indonesia:

  1. Pongo pygmaeus (orang utan) => di Sumatera dan Kalimantan
  2. Rhinoceros sundaicus (badak bercula saru) =>di Ujung Kulon, Banten
  3. Dicerorhinus sumatrensis (badak bercula dua) => di Sumatera
  4. Panthera tigris sumatrensis (harimau sumatera) => di Sumatera
  5. Babyrousa babyrussa (babirusa) => di Sumatera dan pulau Buru
  6. Tarsius spectrum => di hutan hujan tropis Indonesia

gambar

v Pelestarian in situ adalah pelestarian hewan dan tumbuhan yang tetap berada pada habitat aslinya

Contoh: pelestarian komodo di pulau komodo (Nusa Tenggara Timur) dan pelestarian badak Jawa di Ujungkulon.

v Pelestarian ex situ adalah memindahkan individu yang dilestarikan dari habitat aslinya untuk dipelihara di tempat lain.

Contoh: pelestarian tumbuhan di Kebun Raya Bogor, Cibodas (Jawa Barat), Purwodadi (Jawa Tengah), Pasuruan (Jawa Timur), dan Bedugul (Bali).

v Pelestarian hutan dan hewan liar dapat dilakukan dengan:

  1. Cagar Alam, artnya kawasan suaka alam yang keadaan alamnya memiliki tumbuhan, satwa (hewan), dan ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi agar tumbuh secara alami.

Contoh : Pananjung Pangandaran di Jawa Barat dan Nusa Kambangan di Jawa Tengah.

  1. Suaka Margasatwa, artinya kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa.

Contoh : Baluran dan Meru Betiri di Jawa Timur

  1. Taman Nasional, artinya kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli dan dikelola dengan sistem zonasi. Kawasan ini dimanfaatkan untuk tujuan: penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, pariwisata dan rekreasi.

Contoh : Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur dan Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.

  1. Taman Wisata, artinya kawasan taman yang secara khusus dibina dan dipelihara untuk kepentingan pariwisata.

Contoh : Danau Towuti di Sulawesi Selatan dan Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat.

  1. Taman Laut, artinya kawasan laut yang berupa cagar alam, suaka margasatwa, atau taman wisata.

Contoh :Karimun Jawa di Jawa Tengah dan Bunaken di Sulawesi Utara.

=======================================================

Tugas Kelompok biologi

Materi : Peletarian SDAH

Setiap kelompok = maksimal 6 siswa

Waktu mengerjakan  liburan UN kelas 9

Tema : pelestarian  SDAH

Dibuat di selembar karton

Batas akhir : Awal April (nilai maksimal)