Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan

Nama ___________________
Kelas/no VIII-…../…….
Paraf guru

….

 

Makanan adalah bahan-bahan yang (segala sesuatu) yang dimakan dan diperlukan tubuh supaya dapat tetap hidup.

Makanan adalah bahan-bahan yang (segala sesuatu) yang dimakan dan diperlukan tubuh supaya dapat tetap hidup.

Fungsi Makanan :

  1. Untuk menghasilkan energi.
  2. Sebagai zat pembangun tubuh, meliputi pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak.
  3. Sebagai pengatur, untuk mengatur aktivitas metabolisme, menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Syarat Makanan :

  1. Higienis (bebas dari bibit penyakit).
  2. Bergizi (mengandung zat yang diperlukan tubuh), meliputi karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, air.
  3. Mengandung kalori.

KARBOHIDRAT

  • Golongan Karbohidrat :

–        Monosakarida : terdiri dari satu gugusan gula. Contoh : glukosa, fruktosa, galaktosa, ribosa.

–        Disakarida : terdiri dari dua gugusan gula. Contoh : sukrosa, maltosa, laktosa.

–        Polisakarida : terdiri dari lebih sepuluh gugusan gula. Contoh : amilum, selulosa, glikogen.

  • Sumber karbohidrat : beras, jagung, gandum, gula dan lain-lain.
  • Fungsi karbohidrat :
  1. Sumber energi

1 gram = 4,1 kalori

  1. Penjaga keseimbangan asam basa.
  2. Berperan dalam metabolisme.
  3. Pembentuk struktur sel, jaringan dan organ.
  4. Komponen asam nukleat (ribosa).

LEMAK

  • Komponen penyusun lemak adalah : asam lemak dan gliserol
  • Jenis lemak (sumber makanan)

–        Lemak hewani : bahan makanan yang mengandung lemak hewani antara lain : daging, telur, susu, ikan segar,  keju dan mentega.

–        Lemak nabati :  bahan makanan yang mengandung lemak nabati  antara lain kelapa, kemiri, buah alpokat, dan kacang-kacangan.

  • Fungsi lemak
  1. Sumber energi

1 gram = 9,3 kalori

  1. Pelarut vitamin (ADEK)
  2. Pelindung organ tubuh
  3. Pelindung tubuh dari suhu rendah
  4. Menyedapkan makanan
  5. Penahan rasa lapar.

PROTEIN

Komponen penyusun protein : adalah asam amino. Asam amino dibedakan menjadi asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis  (dibentuk) oleh tubuh, sedangkan asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat disintesis (dibentuk) oleh tubuh.Protein dibedakan menjadi protein hewani (yaitu protein yang berasal dari hewan), contohnya ………………………. dan protein nabati (yaitu protein yang berasal dari tumbuhan), contohnya ……………………………….

  • Fungsi protein
  1. Pertumbuhan tubuh. Termasuk pemeliharaan dan perbaikan sel rusak.
  2. Melaksanakan metabolisme. Sebagai enzim berperan dalam berbagai reaksi kimia dan biologis.
  3. Sumber energi 1 gram = 4,1 kalori.
  4. Menyeimbangkan cairan tubuh dan larutan asam dan basa.
  5. Mendetoksifikasi tubuh. Protein membantu dalam mengatur kemampuan tubuh untuk mendetoksifikasi zat-zat asing yang termakan.

 

 

GARAM-GARAM MINERAL

Garam-garam mineral pada umunya diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit. Garam mineral tidak mengalami proses pencernaan garam mineral mudah larut sehingga mudah diserap jonjot usus. Garam mineral diperlukan tubuh baik secara sendiri-sendiri maupun ada yang secara gabungan antar unsur.

Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh, dapat dikelompokkan menjadi : makroelemen dan mikroelemen.

Makroelemen   : diperlukan tubuh dalam jumlah banyak :

Na, Ca, K, P, Mg, Cl, S, F, I

Mikroelemen    : diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit :

Mn, Cr, Co, Mo, Zn, Cu

Nama Mineral Fungsi/Keterangan
Fe (Besi) Sebagai komponen enzim sitokrom (enzim pernapasan ) sebagai komponen hemoglobin.Kekurangan : anemia.
I (Iodium) Sebagai komponen tiroksin.Kekurangan : penyakit gondok.
P (Fosfor) Pembentukan matriks tulang  dan gigi
F (Fluor) Menguatkan gigi.
Ca (Kalsium/zat kapur) Pembentukan matriks tulang  dan gigimembantu proses pembekuan darahmempengaruhi  penerimaan rangsang
Na & Cl Untuk pembentukan asam klorida pada lambung dan untuk menjaga nilai osmosis darah.

(Na : berfungsi sebagai komponen anorganik dari cairan ekstra seluler).

K (Kalium) : berfungsi sebagai komponen anorganik dari cairan intra seluler).

VITAMIN

Vitamin adalah suatu senyawa organik sebagai pelenkap makanan yang diperlukan untuk kehidupan, kesehatan dan pertumbuhan dan tidak berfungsi dalam memberikan energi. Vitamin merupakan zat yang tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia, sehingga harus didatangkan dari luar tubuh. Vitamin dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi harus ada dalam makanan dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh zat lain.

Kekurangan vitamin Akibatnya/Keterangan lain
1. A –   Rabun senja (hemeralopia)-   Mengeringnya kornea (xeroftalmia)-   Berfungsi : dalam pertumbuhan sel epitel dan mengantur rangsang sinar pada saraf mata
2. D –   Penyakit rakhitis-   Berfungsi mengatur kadar kapur dan fosfor
3. E(Tokoferol) –   Keguguran, pendarahan pada ibu hamil, kemandulan.-   Berfungsi dalam meningkatkan fertilitas 
4. K –   Darah sukar membeku-   Berfungsi dalam proses pembekuan darah
5. B 1(tiamin) –   Penyakit beri-beri-   Berfungsi dalam absorbs lemak dalam usus 
6. B 2(riboflavin) – Luka di sudut mulut (cheilosis)-   Tergangunya proses pertumbuhan
7. Asam pantotenatB 3 –   Dermatitis-   Luka pada usus (interitis)
8. B 12(Kobalamin) –   Anemia pernisiosa
9. Vitamin C(Asam askorbat) –   Pendarahan gusi (skorbut)-   Pendarahan bawah kulit-   Berfungsi memelihara kesehatan jaringan epitel

Keterangan :

Vitamin yang larut dalam lemak adalah : vitamin A, D, E dan K

Vitamin yang larut dalam air adalah : vitamin B dan C
MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN

 

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

  • Alat pencernaan terdiri atas saluran pencernaan kelenjar pencernaan.
  • Alat-alat yang membentuk saluran pencernaan bagian-bagiannya sebagai berikut :
  1. Mulut
  2. Tekak (faring)
  3. Kerongkongan (esofagus)
  4. Lambung (ventrikel)
  5. Usus halus (intestinum tenue)
  6. Usus buntu
  7. Usus besar
  8. Anus
  1. Mulut

–        Pencerna mekanis dan  kimiawi.

Pencernaan mekanik dengan bantuan gigi dan pencernaan kimiawi oleh enzim ptyalin yang terdapat dalam air ludah yang dihasilkan oleh kelenjar ludah

–        Gigi

–        Lidah

–        Kelenjar ludah

Rumus gigi sulung

P2 C1 I2 I2 C1 P2
P2 C1 I2 I2 C1 P2

Rumus gigi tetap

M3 P2 C1 I2 I2 C1 P2 M3
M3 P2 C1 I2 I2 C1 P2 M3

Gigi pada manusia ada 4 macam yaitu :

Gigi seri  untuk memotong makanan

Gigi taring untuk menyobek makanan

Gigi geraham depan menghaluskan makanan

Gigi geraham belakang menghaluskan makanan

Gigi susu berjumlah 20 buah yang terdiri dari

  • 8 buah gigi seri
  • 4 buah gigi taring
  • 8 buah gigi geraham

Gigi Permanen  berjumlah 32  buah yang terdiri dari

  • 8 buah gigi seri
  • 4 buah gigi taring
  • 8 buah gigi geraham depan
  • 8 buah gigi geraham belakang

Lidah

Berfungsi untuk :

  • Mengatur letak makana di dalam mulut
  • Membersihkan mulut dari kotoran
  • Mengatur letak makana dalam mulut

Enzim ptialin berfungsi memecahkan amilum menjadi maltosa.

Lidah berfungsi untuk membantu proses penelanan makanan dengan cara mendorong makanan ke faring/tekak.

Air ludah atau air liur dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah :

  1. Kelenjar parotis (dekat telinga).
  2. Kelenjar submaksilaris (di bawah rahang atas).
  3. Kelenjar sublingualis ( di bawah lidah).
    1. Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan merupakan saluran panjang yang tipis sebagai jalan makanan dari mulut menuju ke lambung pada kerongkongan terjadi gerakanperistaltis yaitu gerakan  memijit dan meremas makanan  sehingga makanan dapat masuk terdorong ke dalam lambung.

LAMBUNG

–        Lambung terdiri dari 3 bagian :

  • Kardiak (bagian atas)
  • Fundus (bagian tengah)
  • Pilorus (bagian bawah)

–        Otot pada lambung :

  • Otot melingkar
  • Otot memanjang
  • Otot menyerong

–        Menghasilkan :

Hormon gastrin : hormon yang berfungsi memacu sekresi getah lambung

Getah lambung yang mengandung :

  1. HCL (asam klorida)

Fungsi HCL :

  • pH menjadi lebih asam : 1 – 3
  • Membunuh kuman
  • Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepton
  • Merangsang sekresi getah usus
  • Mengatur membuka dan menutupnya klep antara lambung dan usus dua belas jari.
  1. Pepsinogen

Dalam bentuk pepsin berfungsi   mengubah (mencerna) protein  pepton.

  1. Renin ber fungsi

Untuk mengendupkan kasein yang terdapat di dalam susu.

–        Pankreas :

–        Pankreas menghasilkan beberapa enzim yaitu :

  • Tripsinogen (menjadi tripsin diaktifkan oleh enterohinase).
  • Amilopsin(amilase pancreas) ………………………………………..
  • Steapsin (lipase pankreas) mencerna  lemak  menjadi : asam lemak dan gliserin.

–        Usus halus :

–        Usus halus menghasilkan beberapa enzim yaitu

  • Erepsinogen (menjadi erepsin diaktifkan oleh enterokinase)
  • Sukrase, laktase, maltase ………………………………………………
  • Lipase usus mencerna  lemak menjadi  : asam lemak dan gliserin.
  • Enterokinase (aktivator) mengaktifkan  tripsinogen (menjadi tripsin) dan erepsinogen(menjadi erepsin).

USUS HALUS

  • Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang yang terdiri dari 3 bagian :

–        Usus dua belas jari (duodenum) .

–        Usus kosong (yeyunum)

–        Usus penyerapan (ileum)

(di usus halus terjadi pencernaan kimiawi dan penyerapan zat makanan)

USUS BESAR (Kolon)

Panjangnya ± 1 meter

Usus besar terdiri dari 3 bagian yaitu :

usus  besar yang naik

usus besar  yang mendatar

usus besar yang menurun

.

Usus besar mempunyai tambahan usus yang disebut poros usus atau rektum dan anus (lubang pelepasan).

Di usus besar terjadi :

–        Pembusukan sisa makanan oleh bakteri, misalnya eschericia coli untuk menjadi feses.

–        Pengaturan kadar air.

Bagian akhir usus besar yang panjangnya sekitar ± 15 cm disebut rektum . di rektum tidak lagi terjadi penyerapan air. Rektum bermuara pada anus yang merupakan muara akhir dari saluran pencernaan.

DEFEKASI : adalah proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan makanan yang disebut feses dan dikeluarkan melalui anus.

  • Gangguan dan kelainan pada sistem pencernaan
  1. Parotitis : radang (infeksi) pada kelenjar parotis.
  2. Xerostomia : produksi saliva yang sangat sedikit.
  3. Gastritis : radang selaput lendir lambung.
  4. Kolik : nyeri pada lambung akibat makanan yang merangsang lambung misal cabe, lada alkohol.
  5. Ulkus (tukak lambung) atau maag: luka/infeksi/radang pada dinding lambung. Dapat disebabkan bakteri Helicobacter pylori
  6. Konstipasi (sembelit) : feses yang keras akibatnya sukar dikeluarkan sehinga sulit buang air besar.
  7. Apendiksitis : radang pada apendiks (usus buntu).
  8. Peritonitis : infeksi pada rongga perut/selaput perut (peritoneum) .
  9. Diare : kadar air dalam kolon berlebih à feses encer.
  10. Tipus : infeksi usus oleh bakteri salmonela typhosa.
  11. Botulisme : keracunan makanan oleh bakteri clostridium botulinum.