OTOT SEBAGAI ALAT GERAK AKTIF

..

..

Tulang merupakan bagian penting untuk pergerakan, namun tulang tidak dapat bergerak sendiri. Oleh karenanya tulang disebut alat gerak pasif. Dalam sisitem gerak kerja otot yang paling utama adalah kontraksi (memendek dan menebal) dan relaksasi (kembali ke keadaan semula) . Otot yang berkontraksi menyebabkan  tulang tempat otot tertaut  dapat tertarik, akibatnya terjadi perubahan posisi tulang, msehingga mengasilkan suatu gerakan. Karena kemampuan otot menggerakkan tulang maka otot disebut alat gerak aktif.

Macam otot.

Berdasarkan ciri-cirinya otot manusia dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

  1. 1.     Otot polos
    2. Otot lurik
    3. Otot jantung

Keterangan :

Otot lurik : merupakan jaringan ikat yang kuat dan liat, bahkan ada yang keras juga, walaupun tidak sekeras tulang. Tendon yang merekat pada tulang yang tidk dapat digerakkan disebut origo, sebaliknya disebut insersi.

Otot polos : sering disebut otot tidak sadar, karena gerakannya tidak kita sadari. Biasanya mennyusun organ dalam tubuh kita, misalnya saluran pencernaan, saluran pernafasan, saluran kelamin, dan dinding rahim.

berfungsi menggerakkan jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh. Membuat serambi dan bilik jantung menyempit dan melebar secara berirama. Kerja otot jantung tidak dipengaruhi oleh kehendak kita tetapi oleh saraf otonom.

Tabel perbandingan otot lurik,otot polos, dan otot jantung

PERBEDAAN

LURIK

POLOS

JANTUNG

BENTUK
JUMLAH INTI
KERJA
GERAK DAN KETAHANAN

Struktur otot

                 Tendon ;  ujung otot yang mengecil dan keras berwarna putih kekuningan serta melekat   pada tulang.
Ventrikel : empal otot, bagian tengah otot yang menggembung.
Origo :ujung otot atau tendon  yang melekat pada tulang yang tidak bergerak.
Insersio : ujung otot atau tendon  yang melekat pada tulang yang bergerak.

Mekanisme kontraksi otot

Urutan proses terjadinya kontraksi

  • –        Otot berkontraksi karena pengaruh rangsangan melalui saraf
  • –        Rangsangan mengenai zat asetilkolin
  • –        Ion kalsium keluar dari sel otot
  • –        Ion kalsium menyebabkan protein otot aktin miosin berikatan (menjadi aktomiosin)
  • –        Sel otot memendek dan kontraksi
  1. Ciri otot kontraksi
  •              Keras
  • –           Memendek
  • –           Menggembung

C. Urutan proses terjadinya relaksasi

  •              – Ion kalsium masuk kembali ke dalam palsma sel otot
  •              – Pelepasan aktomiosin (aktin dan miosin)
  • –              Sel otot melemas dan relaksasi

D. Ciri otot relaksasi

  • – Mengecil
  • – Lembek
  • – Memanjang

Keterangan tambahan

  • Kontraksi otot memerlukan energi

Zat sisa berupa asam susu (asam laktat) tertimbun di otot dan meninbulkan capai dan pegal-pegal

Untuk menguraikan zat sisa perlu oksigen yang banyak sehingga nafas kita tersenggal senggal

Macam-macam kerja otot

   

  • Kerja otot yang antagonis(kerjanya saling berlawanan):
    • Bisep dengan trisep
    • Abduktor dengan aduktor
    • Depresor dengan elevator
    • Supinator dengan pronator

Keterangan
Fleksi(fleksor) : membengkokkan > < Ekstensi(ekstensor) : meluruskan,
Abduksi(abductor) :  menjauhi badan > < Adduksi(adductor) : mendekati badan,
Depresi (depressor): ke bawah (turun)> < Elevasi(elevator) : ke atas(naik)
 Supinasi(supinator) : memutar telapak tangan menengadah > < Pronasi(pronator) : menelungkup.

Contoh mekanisme otot antagonis adalah otot bisep dan trisep.

Bila otot bisep (terdapat pada lengan atas) berkontraksi , menyebabkan tulang lengan bawah ke arah bahu. Bila otot trisep (terdapat pada lengan bawah) beerkontraksi menyebabkan lengan bawah menjadi lurus.Otot bisep merupakan otot fleksi (membengkokkan ), sedangkan otot trisep merupakan otot ekstensi (meluruskan).

  • Kerja  otot yang  sinergis(kerjanya saling menunjang) :

Otot pronator teres dan pronator kuadratus (otot lengan bawah)

Gangguan pada otot

1).Atropi : penurunan fiungsi otot karena mengecil yang mengakibatkan kehilangan kemampuan kontraksi

2).Hipertropi : membesarnya ukuran otot karena latihan.

3).Distrofi otot : penurunan kemampuan otot karena kelainan genetik

4).Tetanus : penyakit kejang otot, disebabkan bakteri Clostridium tetani

5).Kram : kejang otot akibat berkontraksi terus menerus.

6).Miastenia gravis : ketidakmampuan otot berkontrasi sehingga penderita mengalami kelumpuhan.

….